Nadya Arina Penuh Susahnya Jadi 3 Putri Duyung di Film

Nadya Arina Penuh Susahnya Jadi 3 Putri Duyung di Film

On The Street News – thegardenbarnhouse.com – Nadya Arina Penuh Susahnya Jadi 3 Putri Duyung di Film Kalau kamu pikir jadi putri duyung itu cuma duduk manis di bawah laut sambil senyum manis, nah itu salah besar! Nadya Arina harus hadapi segudang hal kocak, ribet, dan kadang bikin gemes sendiri demi perannya di film terbaru. Cerita di balik layar ini ternyata nggak kalah seru dibanding filmnya sendiri.

Tantangan Nadya Arina Saat Jadi Putri Duyung

Siapa sangka, peran yang terlihat elegan di layar ternyata penuh drama. Pertama, Nadya harus belajar cara gerak di air dengan ekor duyung yang berat. Bayangin, tiap gerakan kaki tuh nggak bisa bebas kayak biasa. Bahkan untuk ambil napas aja butuh strategi khusus biar nggak ngos-ngosan.

Selain itu, wardrobe atau kostum duyung juga bikin kepala pusing. Nadya Arina Kostum itu ketat banget dan kadang bikin kulit lecet. Nadya cerita sendiri, ada momen dia harus berhenti syuting karena kulitnya merah dan perih. Tapi lucunya, dia malah jadi sering ketawa sendiri di antara adegan serius karena kejatuhan kostum yang ribet atau tersangkut peralatan syuting.

Latihan di Air Bukan Main-main

Kalau di film kelihatan Nadya berenang cantik sambil melayang di air, sebenarnya itu hasil latihan keras. Latihan renang tiap hari sambil pakai ekor duyung bukan cuma bikin capek, tapi kadang bikin momen lucu nggak sengaja. Pernah, dia hampir nyangkut di dekorasi bawah laut dan cuma bisa teriak sambil ketawa-ketawa malu.

Yang bikin tambah greget, sutradara minta ekspresi wajah tetap manis meski badan capek dan kedinginan. Bayangin saja, air dingin, berat ekor duyung, lalu dituntut tetap terlihat glamor. Nadya sampai bilang, “Kadang aku mikir, kok aku mau ribet gini ya?” Tapi justru karena tantangan itu, chemistry di layar jadi natural dan bikin penonton ikut senyum sendiri.

Lihat Juga  Joyland 2025 Temukan Ragam Bahagia di Setiap Sudut!

Interaksi Dengan “Dunia Bawah Laut”

Nadya nggak cuma berperan sebagai putri duyung, tapi juga harus akrab sama banyak properti lucu di bawah laut. Ada ikan-ikan palsu, bintang laut, sampai tanaman laut yang kadang bergerak sendiri karena ada kru yang tarik-tarik.

Salah satu momen kocak yang dia ceritakan, ada ikan palsu yang tiba-tiba lepas dari tempatnya dan nyangkut di rambutnya. Nadya cuma bisa geleng-geleng kepala sambil ketawa, sementara kru syuting nggak berhenti ngakak. Situasi seperti ini bikin syuting nggak monoton, tapi juga bikin dia harus ekstra sabar dan fleksibel menghadapi hal-hal tak terduga.

Drama Air dan Kedinginan

Nadya Arina Penuh Susahnya Jadi 3 Putri Duyung di Film

Biar terlihat natural, banyak adegan diambil di kolam atau tangki besar yang airnya dingin banget. Nadya harus bertahan lama sambil tetap fokus sama adegan. Bukan cuma ekor duyung yang bikin berat, tapi suhu air yang rendah bikin tubuh kaku dan kadang sulit bergerak.

Yang bikin seru, ada adegan di mana Nadya harus “berenang” sambil berekspresi sedih. Bayangin saja, tubuh kedinginan, ekor berat, tapi tetap harus menunjukkan wajah memelas. Kru sampai kagum sama kesabaran dan profesionalismenya. Nadya Arina sendiri cerita, kadang ekspresi sedih berubah jadi geli sendiri karena kedinginan dan adegan nggak sesuai rencana.

Humor di Balik Layar

Selain drama, syuting film ini juga penuh momen lucu. Misalnya, ada adegan Nadya harus berinteraksi sama “ikan” yang ternyata dipegang oleh kru. Saking luwesnya gerakan, ikan palsu itu kadang jatuh, nyenggol kamera, sampai bikin Nadya harus mengulang adegan beberapa kali.

Tapi justru momen-momen konyol itu bikin Nadya lebih dekat sama kru dan lawan main. Mereka sering ketawa bareng di sela syuting, bikin atmosfer set film jadi hangat dan nggak kaku. Nadya bilang, “Kalau nggak ada momen lucu ini, mungkin aku udah stress duluan.”

Lihat Juga  Perkalian Menggila: Jadikan Kemenangan Anda Berlipat Ganda!

Nadya Arina dan Tantangan Mental

Selain fisik, ada tantangan mental juga. Berperan jadi putri duyung nggak cuma soal renang atau ekor, tapi juga membangun karakter yang kuat dan lucu sekaligus. Nadya harus berpikir, bagaimana caranya menampilkan sisi manis tapi nggak lebay, Nadya Arina lucu tapi tetap bikin penonton percaya kalau dia benar-benar hidup di dunia bawah laut.

Terkadang, adegan harus diulang berkali-kali karena air, pencahayaan, atau properti nggak sesuai. Hal ini bikin sabar diuji, tapi Nadya tetap semangat. Dia bahkan bilang kalau pengalaman ini bikin dia belajar banyak tentang ketekunan dan kerja keras, tapi dengan cara yang fun dan nggak ngebosenin.

Kebanggaan di Akhir Syuting

Meski penuh tantangan, Nadya merasa bangga dengan hasilnya. Semua perjuangan mulai dari latihan di air, kostum ribet, sampai adegan kocak membuahkan film yang memuaskan. Penonton bisa melihat usaha dan ekspresi natural yang tercipta karena kerja kerasnya.

Bahkan, beberapa adegan yang kelihatan sederhana ternyata butuh banyak percobaan dan kreativitas. Nadya Arina pun senang bisa memberikan warna baru di dunia perfilman Indonesia dengan karakter putri duyung yang nggak biasa.

Kesimpulan

Jadi putri duyung ternyata nggak seseru yang dibayangkan. Nadya Arina harus menghadapi ekor berat, air dingin, kostum ribet, sampai adegan lucu yang nggak terduga. Tapi semua itu justru bikin pengalaman syuting unik dan penuh warna. Kerja keras dan kesabaran Nadya akhirnya terlihat nyata di layar, bikin penonton tersenyum, terhibur, dan mungkin kagum juga. Perannya sebagai putri duyung bukan cuma soal cantik di layar, tapi tentang ketekunan, kesabaran, dan kemampuan menghadapi hal-hal absurd tapi seru di balik layar.